Ajax Amsterdam - PSV Eindhoven: Duel Dua Sobat

Bookmark and Share
Philip Cocu and Frank de Boer

Pelatih Ajax Amsterdam Frank de Boer tanpa ragu menyebutkan nama Philipp Cocu sebagai kandidat paling pantas menangani PSV Eindhoven. Hal itu dikatakan ketika PSV akan ditinggal Fred Rutten di akhir musim. Kenyataannya, kepergian Rutten terjadi lebih cepat, karena sejumlah hasil negatif, sehingga Cocu otomatis naik jabatan dan memberikan dua kemenangan beruntun atas Heerenveen di Eredivisie serta Piala Belanda. Kini, dua mantan kapten Oranje itu akan saling beradu kemampuan saat Ajax menjamu PSV pada lanjutan Eredivisie, Minggu (25/3) esok.

Belakangan ini, De Boer seperti sedang menapaktilasi perjuangan musim lalu. Ajax mulai bangkit di paruh kedua musim dan berhasil meraih enam kemenangan beruntun sehingga membayangi pimpinan klasemen AZ Alkmaar dengan selisih satu poin. Musim lalu, kondisi nyaris serupa dan Ajax berhasil mengatasi persaingan dengan FC Twente dalam perebutan gelar juara liga berkat kemenangan di pekan terakhir.



Kemampuan Cocu masih harus diuji meski berhasil meraih kemenangan memuaskan. Setelah disingkirkan Valencia di Liga Europa, PSV kembali bergairah ketika menghempaskan Heerenveen 5-1 pekan lalu. Bahkan, Orlando Engelaar, yang jarang diberi kesempatan oleh Rutten, turut mencetak gol. Begitu pula dengan pemain muda Memphis Depay, yang diberi kesempatan oleh Cocu untuk mencicipi menit bermain. Tiga hari berselang, Cocu membawa PSV ke final Piala Belanda setelah mengalahkan lagi Heerenveen, 3-1. Awal yang baik untuk asisten pelatih timnas Belanda ini, bukan?

Pertemuan De Boer dan Cocu juga memunculkan lagi nostalgia persaingan Louis van Gaal dan Dick Advocaat pada medio 1990-an. Ditangani Van Gaal, Ajax saat itu berkuasa dengan generasi emas mereka dan mendapat tantangan berat dari PSV yang dilatih Advocaat. Formasi 4-3-3 atau 3-4-3 yang dimainkan Van Gaal bentrok dengan formasi 4-4-2 berlian kegemaran Advocaat. Ketika keemasan Ajax memudar, PSV ganti mendominasi liga dan merebut gelar juara untuk beberapa musim.

Ajax tak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir menjamu PSV di Amsterdam ArenA. Kemenangan terakhir diperoleh PSV dengan skor 2-0 musim 2007/08. PSV justru unggul dalam rekor total pertemuan di ArenA. Dalam 21 pertemuan terakhir, Ajax menang delapan kali di kandang sendiri, sedangkan PSV mampu melakukannya sembilan kali.

Gregory van der Wiel dan Kolbeinn Sigthorsson terus berpacu dengan waktu supaya dapat diturunkan De Boer dalam pertandingan ini. Sayangnya, Nicolai Boilesen dan Derk Boerrigter masih harus memulihkan cedera masing-masing. Sebaliknya, PSV tidak memiliki masalah cedera pemain sehingga dapat menurunkan tim inti terbaik mereka.

Pertemuan kedua tim juga akan menentukan arah persaingan Eredivisie musim ini. Kalah jelas bukan hasil yang diharapkan karena Twente siap menyalip perburuan gelar juara dan AZ kian nyaman di puncak klasemen. Empat besar klasemen ini hanya berselisih dua poin sehingga diprediksi Eredivisie akan berjalan menarik hingga pekan terakhir.



 

Perkiraan susunan pemain:

Ajax
Kenneth Vermeer; Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Ricardo van Rhijn, Dico Koppers; Vurnon Anita, Theo Janssen, Christian Eriksen; Siem de Jong, Ismail Aissati, Aras Ozbiliz.


PSV Przemyslaw Tyton; Marcelo, Wilfred Bouma, Stanislav Manolev, Erik Pieters; Kevin Strootman, Ola Toivonen, Georginio Wijnaldum; Dries Mertens, Jeremain Lens, Tim Matavz.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar